Maverick Vinales baru saja berpisah dari Yamaha, namun kabarnya ia akan kembali membalap di sisa musim MotoGP 2021, namun bersama Aprilia.

Vinales memang baru saja meresmikan kerja sama dengan Aprilia bulan ini, dan rencananya akan membalap bersama pabrikan Italia tersebut mulai MotoGP 2022, sementara ia menyelesaikan kontrak dengan Yamaha hingga akhir musim ini.

Namun Vinales akhirnya diskors Yamaha karena ulahnya yang dianggap merusak mesin motor dengan sengaja pada MotoGP Styria, buntut dari rasa frustrasi selama balapan. Imbas dari kasus itu, Yamaha memutuskan untuk melepasnya lebih cepat, di tengah musim berjalan.

Kini, dengan status Vinales yang menganggur, Aprilia tengah mengupayakan agar ia kembali ke paddock musim ini sebagai pebalap tetap, seperti dilaporkan Autosport yang mewancarai sejumlah sumber yang dekat dengan Aprilia.

Keinginan agar Vinales bisa melanjutkan musim datang dari CEO Aprilia, Massimo Rivola. Hal ini agar ia bisa mengetahui segera apa yang bisa diharapkan dari rider Spanyol itu saat membela Aprilia.

Vinales diprediksi paling cepat akan turun di MotoGP Aragon pada bulan depan, sebab persiapan untuk MotoGP Inggris terlalu mepet dan ia masih harus mengetes motor lebih dulu.

Belum ada konfirmasi resmi terkait kabar ini dari manajemen tim, namun andaikan benar terjadi, Vinales diyakini akan mengganti Lorenzo Savadori, yang sejak awal memang direkrut Aprilia sebagai pengganti Andrea Iannone yang tersangkut kasus doping.

Lagipula, Vinales memang akan mengisi slot milik Savadori pada MotoGP 2022, untuk berduet dengan Aleix Espargaro. Dengan munculnya kabar ini, pergantian pebalap itu bisa saja terjadi lebih cepat.

Cal Crutchlow ditunjuk Yamaha menggantikan Maverick Vinales untuk MotoGP Inggris 2021. Rider 35 tahun itu kembali membalap dengan tim pabrikan setelah 7 tahun lamanya.

Kabar ini diumumkan Yamaha pada Jumat 20 Agustus 2021, beberapa jam setelah berita perpisahan dengan Vinales. Sebagai test rider Yamaha musim ini, penunjukan Crutchlow memang sudah bisa diprediksi.

“Sebuah privilese untuk menjadi bagian dari Yamaha. Saya seharusnya hanya melakukan tiga balapan untuk Petronas Yamaha SRT, namun rencana telah berubah. Saya amat berterima kasih kepada mereka, dan tak sabar membalap untuk tim pabrikan Yamaha,” ujar Crutchlow, dikutip akun resmi Yamaha.

Crutchlow sebelumnya memang hanya dipersiapkan sebagai pengganti Franco Morbidelli yang mengalami cedera lutut. Ia diperkirakan akan tampil di tiga seri bersama Petronas Yamaha, dan sudah menuntaskan dua seri (GP Styria dan GP Austria).

Namun situasi konflik Yamaha dan Vinales kian memanas dalam dua pekan terakhir, membuat kedua pihak memutuskan berpisah lebih cepat. Setelah hanya menurunkan Fabio Quartararo di MotoGP Austria pekan lalu, Yamaha bergerak cepat menunjuk Crutchlow.

Ini menjadi kali kedua Crutchlow turun dengan tim pabrikan. Selama aktif di MotoGP pada 2011-2020, hanya semusim ia membalap dengan tim pabrikan, yakni Ducati pada 2014.

Sisanya, ia selalu membela tim satelit seperti Tech 3 dan LCR, meski bersama nama terakhir, statusnya adalah pebalap yang dikontrak Honda. Sejauh ini, Yamaha baru menunjuk Crutchlow untuk membalap di MotoGP Inggris saja pada 29 Agustus.

Apakah ia akan menjadi pengganti tetap Vinales sampai akhir musim, hal tersebut belum dipastikan oleh Yamaha. Sementara itu, untuk pengganti sementara Morbidelli, Petronas Yamaha mempromosikan Jake Dixon dari Moto2.

Dixon adalah pebalap aktif Petronas Sprinta Racing, yang juga dalam naungan Sepang Racing Team. Ia juga orang Inggris seperti halnya Crutchlow. Di Moto2 musim ini, ia baru mengumpulkan 21 poin dari 11 seri, dengan catatan terbaik finis ketujuh di Moto2 Qatar.

lowellmutualaid